Kabar anü Bardhono yang ber-meter² panjangnya membuat geger desanya
dan segera menjadi berita nasional. Bahkan sampai ada situs khusus
tentang apa dan siapa Bardhono. Komunitas pencinta anü gede sampai
sengaja membikin milis khusus mengenai anü gede dengan nama
bardhono@anüne.gede.banget.
Sampai² ada klub penggemar Bardhono. Tentu saja anggota klub ini
adalah orang² (laki perempuan atau bukan keduanya, tua muda) penggemar
anü besar dan panjang. Bahkan konon, terdeteksi ada pesan dari luar
angkasa yang meminta konfirmasi kebenaran berita Bardhono dan seputar
anünya. Musium Rekor Indonesia dan Guinness Book of Records mencatat
"pencapaian" Bardhono.
Semua itu tidak menjadikan Bardhono hepi berhubung dia tidak suka
menjadi pusat perhatian. Bardhono hanya mengurung diri di dalam
rumahnya. Hingar bingar di luar rumahnya malah membuatnya risau.
Kembali mBah Agung Gede Anüne mengontaknya lewat telepati. Si mbah
memberitahu Bardhono cara mengatasi masalahnya (maksudnya cara
mengecilkan anünya). Bukan dengan slimming tea tetapi dengan mendatangi
sapi jadi²an jelmaan orang sakti di daerah Janti, Yogya. Caranya,
Bardhono harus minta (maaf) berhübüngan badan dengan sang sapi. Setiap
si sapi menjawab mooh (yang artinya tidak) dengan lenguhan satu kali,
maka anü Bardhono akan berkurang kira² 0.5 sampai 1 meter. Si mbah
wanti² kali ini Bardhono mesti hati² dan tidak lupa diri dalam upayanya
mencari solusi masalahnya lewat sapi sakti itu.
Mendapat wangsit menggembirakan ini, Bardhono langsung mencari sapi
jadi²an itu. Benar saja, ternyata ada sapi dengan ciri² yang digambarkan
si mbah. Bardhono : "Hei sapi mau nggak kamu kawin sama aku ?". Sapi :
"Mooh !!!". Langsung anü Bardhono susut satu meter. Bardhono girang luar
biasa. Wah, tapi masih kepanjangan, batin Bardhono.
Bardhono : "Sapi, mau nggak sih sampeyan kawin sama aku ?". Sapi :
"Mooh !". Anü Bardhono berkurang 0.75 meter panjangnya. Masih
kepanjangan, pikirnya. Bardhono : "Sekali lagi, mau nggak kita gitü²an
?". Sapi : "MOOH !!!". Bleng, sekarang anü Bardhono tinggal satu meter
panjangnya. Teringat pesan si mbah, Bardhono mencoba mengkalkulasi
proses penyusutan itu. Pertama, berkurang 1 meter, kedua berkurang 0.75
meter, yang ketiga berkurang 0.60 meter. Berarti masih bisa minta sekali
lagi supaya anünya pas gede dan panjangnya. Soalnya anü 1 meter sangat²
tidak sreg buat Bardhono. Bardhono berpikir keras, gimana caranya agar
penolakan si sapi sakti itu pas dengan keinginannya. Pertanyaan yang
diajukan harus tepat, supaya jawabannya juga pas.
Akhirnya, setelah berpikir masak², Bardhono bertanya, "Ampun, sapi nan sekti, sudikah tuan bercinta dengan hamba ?".
Sapi : "HO OH!".
Bardhono : "Lho, kok mau ?".
Sapi : "Habis tadi anümu kepanjangan sih. Lagian tadi mintanya nggak sopan sih".
Tidak ada komentar:
Posting Komentar